Seperti yang sudah sudah, kini mulai timbul segelintir kelompok yang menginginkan perubahan dasar negara indonesia yang selama ini menggunakan azaz tunggal Pancasila menjadi sebuah negara yang berdasarkan Khilafah atau untuk kalangan awam disebut Syariat Islam.
Kini pertanyaanya adalah apakah memang sistem tersebut sangat sempurna sehingga patut mengganti azas Pancasila yang selama ini telah menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai umat beragama. Sebagai contoh yang paling kongkret adalah keadialan sistem itu sendiri. Sebagai contoh paling mudah adalah definisi benar salah menurut agama tertentu bukan definisi bersama berdasarkan Pancasila yang mengakui lima agama. Apakah itu yang kita inginkan? dimana semua kebenaran, kesalahan dan standar moral di nilai hanya berdasarkan standar satu agama mayoritas? Apakah nasib penganut agama minoritas akan disingkirkan atau tersingkirkan dengan sendirinya?
Ingat, “Keharusan Partai Berazaskan Pancasila” yang kini digadang oleh partai Golkar dan PDI Perjuangan telah membuat kepanasan partai partai Islam radikal yang pada dasarnya ingin menghancurkan kebhinekaan dan keberagaman budaya Indonesia dengan menggantinya menjadi sistem Syariat Islam. Jika memang ingin merubah PANCASIlA kami siap membela PANCASILA sampai titik darah penghabisan.
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

Dimana semua kebenaran, kesalahan dan standar moral di nilai hanya berdasarkan standar satu agama mayoritas?
Hanya sebagai bahan masukan setelah merenungi tulisan diatas.
Pengalaman dilapangan kami menemukan suatu tindakan moral yang sangat memprihatinkan.
1. Dalam menghadapi eraglobalisasi ini, banyak sekali warga negara Indonesia yang belum mendapat kerja pada usia produktif. Suatu hari kami menemukan sebuah konspirasi yang sangat memalukan dan memuakkan.
a. Dengan sangat PD nya seorang recruitment outsourcing manyatakan bahwa suatu perusahaan percetakan (inisial Arg) membutuhkan tenaga HR yang memiliki suku tertentu (inisial Bt).
b. Dengan sangat PD nya seorang recruitment melakukan seleksi penerimaan pegawai pada sebuah rumah Ibadah disuatu daerah.
c. Dengan sangat PD nya seorang pegawai swasta (level tinggi) membiarkan pengiriman barang produksi tanpa adanya pembayaran (senilai sekitar 1M) oleh departemen tertentu. Dan pelakunya dibiarkan begitu saja sehat dan gembira.
d. Dengan sangat PD nya seorang pegawai swasta (level tinggi) memerlukan karyawan yang memiliki agama tertentu. Dengan alasan jika karyawan beragama yang lain banyak melakukan ijin.
e. Dengan sangat PD nya seorang anak pegawai negeri menyatakan bahwa mobil yang dimilikinya adalah pemberian dari klien orang tuanya.
f. Dengan sangat PD nya sebuah perusahaan memberikan gaji untuk kaum tertentu lebih banyak dari pada kaum yang lain, walau posisi yang disandang oleh dua karyawan tersebut adalah sama.
Dan masih banyak lagi yang belum kami tulis disini.
intinya; pada awal tulisan dinyatakan bahwa:”Dimana semua kebenaran, kesalahan dan standar moral di nilai hanya berdasarkan standar satu agama mayoritas?” itu tidak semua benar.
Tetapi pada saat kita berbicara Pancasila, maka bukan milik agama Mayoritas ataupun Minoritas. melainkan milik Bangsa.
Jika kita tilik butir kalimat diatas (sebanyak 6 butir) yang salah itu bukan Pancasilanya atau Negaranya atau Sistemnya. Tetapi orang2 yang menjalankan sistem tersebut. Kumpulan orang2 ini yang mengakibatkan Negara itu baik atau tidak.
Mungkin demikian dari kami, sebagai bahan masukan saja.
Untuk solusi, belum ketemu. Karena sudah berusaha memperbaiki, tetapi malah kami yang diperbaiki.
salam kaum tertindas.
sebelummya ass.wr.wb
anda mengakui bahwa “pancasila” sbg asas/pandangan hidup anda.suatu asas tentu saja harus mampu menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi di masyarakat, dimana undang 2 tsb mampu menghadapi tantangan jaman tanpa berubah2 setiap waktu/periode. sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah “pancasila” mampu melakukannya??? padahal apa yang terjadi di massa saat ini adlah suatu “hasil” dari diterapkannya asas/ideologi “pancasila”. lalu jika ditilik dari asal adanya raga kita,tentu kita akan mengatakan bahwa kita ada karena ada yang menciptakan. jika kita ada dengan sendirinya tentu tak seorang pun di dunia ini yg tak menjadi artis. semuanya akn berwajah tampan dan cantik,dan tentu tak ada orang yang cacat bawaan. tapi nyatanya banyak orang yang berwajah jelek dilihat dari pandangan manusia,dan banyak orang yang cacat ketika lahir. apakah mereka meminta hal itu??? setelah kita mengakui akn adanya sang pencipta,kita juga harus memahami bahwa yang paling mengerti ttg hal yg baik bg manusia sedunia adalah sang pencipta. jadi aturan yang mampu menyelesaikan urusan manusia adalah sang pencipta yang dibawa oleh para utusannya. pertanyaan berikutnya, dari kelima agama/lebih di Indonesia,agama mana yang memuat peraturan tentang seluruh perbuatan manusia di dunia ini? setelah anda mencari dan menemukan,ya..itulah asas/ideologi yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah bagi bangsa ini!!!
terima kasih
wass.wr.wb
sekedar ingin menyampaikan cara pandang saya sbg WNI, bahwasanya kita lahir di Indonesia yg notabene adl sebuah Republik, suatu wadah yg sudah tepat -menurut saya-, untuk menampung segala macam keaneka-ragaman di dalamnya..
Nama saya Reagan, saya seorang Katolik. Saya sangat mendukung pluralisme, saya mendukung dan bangga dengan apa yg telah di nyatakan NU dan Muhammadiyah bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah ideologi final bagi Ibu Pertiwi kita tercinta ini, bangsa Indonesia, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pemersatu bangsa, tanpa Pancasila akan terjadi perpecahan bangsa, NKRI akan runtuh. Oleh karena itu kewajiban kita semua sebagai anak bangsa, kita orang Indonesia, Katolik, Protestan, Islam, Buddha, Hindu, Konghucu, dan bahkan agama agama lain yg ada di dalam Indonesia wajib mempertahankan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, karena Pancasila tidak bisa di pisahkan dari Indonesia, seperti motto kota Manado, ”kita semua saudara” selayaknya kita jadikan contoh untuk hidup rukun, saling menghormati dan penuh pluralisme, mari kita semua bersatu dan berjuang untuk kemajuan bangsa Indonesia dan wajib mempertahankan Pancasila.
Hizbut Tahrir Indonesia, Laskar Mujahidin, FPI adalah barisan depan ormas radikal yg jelas-jelas ingin menggnti Pancasila dengan Syariat islam (SI)
Sementara di sayap partai : PKS, PBR, PBB, dll adalah partai2 yg secara sistematis bottom up, mengganti undang-undang semirip mungkin dengan SI dengan harapan lama kelamaan Pancasila hanya simbol bukan sumber hukum, sedang isinya SI semua.
Saya juga pendukung Pancasila. Tapi nggak usah terlalu galaklah. Kalo bisa dialog ya kan dialog lebih baik. Masak belum-belum titik darah dibawa-bawa.
Kalo sedikit-sedikit gebuk-gebukan itu malah nggak kondusif untuk persatuan bangsa.
SALAM