Perda Syariat – Mengancam Integrasi Bangsa

Pikirkan jika suatu kebenaran, kesalahan maupun etika moral ditentukan oleh sebuah definisi sebuah agama dalam hal ini agama Islam. Sedangkan ketika anda terlibat didalamnya anda adalah seseorang yang memeluk agama diluar Islam! Apakah yang anda pikirkan dan bagai mana perasaan di hati anda ketika sebuah kebenaran dan moralitas pada hati nurani anda ditentukan oleh agama lain yang bukan anda anut?

Sekarang dibeberapa provinsi telah terjadi, dengan alasan moral dan budaya maka diterapkanlah aturan tersebut. Sebagai contoh, kini di sebuah provinsi semua wanita harus menggunakan jilbab. Mungkin bagi sebagian kecil orang yang tinggal di Indonesia merupakan keindahan namun bagai mana dengan budaya yang selama ini telah ada? Jangankan di tanah Papua, pakaian Kebaya pun artinya dilarang dipakai olah putri daerah. Bukankah ini merupakan penghianatan terhadap kebhinekaan bangsa Indonesia yang begitu heterogen. Jika anda masih ragu, silahkan lihat apa yang terjadi di Saudi Arabia dengan aliran Salafy Wahabinya. Tidak ada pemilu, tidak ada kesetaraan gender dan lihat betapa tersisihnya kaum wanita dan penganut agama minoritas disana. Jika memang anda cinta dengan Adat, Budaya dan Toleransi umat beragama di Indonesia dukung dan jagalah kesucian Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

10 Tanggapan

  1. Saya coba berpikir tentang realita dan berbagai tuduhan yang salah alamat terhadap agama Islam, terlepas dari kekuranganku, bukan hanya untuk “membela” tetapi juga semakin memantapakn iman yang ada di dada.
    Benarkah jiika syariat Islam diterapkan akan memcah integrasi?
    saya coba melihat agama lain. Mengapa agama lain(maksudnya selain islam) tidak resah diterapkannya hukum-hukum KUHP(bukan dari agam mereka)? mengapa tidak resah ketika sistem ekonomi diterapkan sistem ribawi(bukan hukum agama mereka juga)? Diterapkannya demokrasi dan lain-lain???
    Apakah agama selain agama Islam punya tata aturan bernegara, berpolitik, muamalah (perekonomian dll), pergaulan laki-laki dan wanita???? rata-rata agama selain agama Islam hanya mengatur tentang pernikahan, ibadah kepada Tuhan dan maslah makanan serta sedikit tentang pakaian. jadi, wajar dong mereka tidak protes ketika diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme yang menguasai negeri ini.
    Bagaimana dengan Islam? ternyata beda. menurut pak kyai saya, Islam itu mengatur maslah pribadi, berkeluarga, bermasyarakat hingga bernegara. Islam punya sistem peradilan, punya sistem ekonomi, punya sistem sosial yang berbeda dengan kapitalis dan sosialis. Jika agama lain bisa menerima aturan-aturan dari di luar agama mereka sperti sosialis dan kapitalis, berarti ketika diterapkan syariat Islam juga, mereka pasti mau dan ga bermasalah karena di agama mereka ga punya sistem ekonomi dan bernegara atau tata peradilan.
    Jika mengambil contoh negara Islam adalah Saudi, saya katakan adalah SALAH BESAR. saudi adalh negara kerajaan yang notabene juga ga Islami seratus persen bahkan negara pertama yang berhianat terhadap negar islam (khilafah Islamiyah) dengan dimotori(didukung) oleh Inggris. Islam ga pernah mengenal sitem kerajaan, yang diakui dalam Islam hanyalah sistem KHILAFAH ISLAMIYAH yang telah runtuh akibat konspirasi Inggris dan sekutunya,ditangan agen yahudi Mustafa Kemal.
    Malah saya berpikir, hanya dengan Islam lah nilai-nilai yang ada di Pancasila akan bener-bener bisa diterapkan.
    Saya menyadari,penulis blog ini mungkin adalah tentor P4 Pancasila yg pernah ada jaman soeharto, sehingga tidak begitu tahu tentang Islam. Saya juga lulusan P4 Pancasila. semakin tahu konsep Pancasila dan Islam. semakin yakin bahwa hanya Islam yang bisa mewujudkan cita-cita Pancasila.
    Saya sangat senang jika ada yang mau share tentang maslah negara ini termasuk Pancasila dan islam, dengan mengirim ke email: mas_aryo@telkom.net.
    Saya tunggu kiriman emailnya. lebih asyik berdiskusi berdua2an di email,bisa lebih ceplas-ceplos.
    So, jangan kuatir deh dengan ISLAM akan menyatukan selurh negri, membuat aman agama lain delam beribadah dan melakukan aktifitasnya sesuai agamanya masing-masing.

  2. yg patut diwaspadai dalam menjalankan kehidupan beragama di Indonesia ini adalah preman yg berbaju agama dan juga orang gak berilmu yg koar sana sini pakai baju agama juga,please check ampe sejauh mana kapabilitas ilmu dari pengajar kita (kyai-red), udah tamat blon tuh nuntut ilmunya,jangan hanya nguasain syariat tekstual aja broo,jenjang keilmuan masih jauh,koar sana sini pake ayat Qur`an,malu broo, tolong yg disampaikan oleh para dai itu ilmunya jgn ayatnya doang,nanti malah menyesatkan umat klo yg blon nyampe ilmunya, menurut ane Islam is rohmat bagi seluruh alam, ingat brooo all nature, keberagaman is Creator wanted,syariat Islam adalah kebenaran, akan tetapi broo..perlu diingat sampai dimanakah pemahaman ilmu kita ttg syariat ini, Nabi terakhir pembawa risalah Islam adalah orang yg jenius broo, gak mungkin berpikiran sesempit kita2, so hendaklah kita pahami betul ajaran agama kita, sehingga jiwa kebangsaan kita segera bangkit utk mmbangun bangsa&negara ini,jagalah persatuan,titipkan amanat pada orang yg berilmu&amanat shg bs ngatur negara yg beragam ini dengan bijaksana tanpa melupakan kaidah-kaidah ajaran agama,merdekaaaaaa…!!

  3. Mengingat postingan, Sistem Theokrasi menindas Minoritas tertutup dan saya melihat postingan ini masih ada korelasinya, maka saya akan sedikit ngasih komentar. Oh ya btw salam kenal Mas dari AdhiRock.
    Meskipun saya muslim tapi saya kurang sepakat terhadap formalisasi syariat Islam dan penerapan Islam sbg ideologi bangsa Indonesia. Krn menurut saya masalah agama khususnya aktivitas ‘ritual’ adl urusan individu dgn Allah dan ketika diformalisasi maka hal tsb bukanlah lagi tentang kesadaran tapi intervensi. Mengenai masalah sosial dan kemasyarakatan (negara) sejatinya Pancasila sudah sangat Islami. Lalu kenapa harus diformalisasikan? Yang penting kan implementasinya bukan simbol formalitas, apakah dgn diformalkan implementasi akan lebih baik? Only God Knows.

    Dan saya melihat ketika Agama Islam dicampurkan dgn Negara maka akan terjadi kemunduran dlm demokrasi. Padahal menurut saya Islam adl agama yg sangat demokratis, yg akan melahirkan kreativitas2 untuk kemajuan Islam itu sendiri. Kita harus melihat masalah ini secara Indonesia sbg bangsa yang plural yang satu sama lain harus menghargai nilai2 yg telah ada, bukan melihat masalah ini hanya dgn kaca mata Islam dan memaksakannya menjadi sebuah ideologi. Dulu ketika Rasul hidup di Madinah bersama-sama orang Yahudi dan ber-masyarakat dgn sistem Islam melalui Piagam Madinah krn ada sebuah konsensus terlebih dahulu; yaitu kaum Yahudi bersedia mengikuti butir2 yg tercantum di Piagam Madinah. Sama sekali tdk ada paksaan. Krn memang demikianlah seharusnya sebuah negara; harus ada sebuah konsensus.

    Mengutip dari Bung Karno: “Islam adl agama yg rasional dan simplicity”.
    Sudah seharusnya Islam fleksibel dgn perkembangan jaman, pembukaan kembali Ijtihad2 yg memerdekakan akal dan kontekstual untuk selanjutnya bersahabat dgn kemajuan namun tdk kehilangan roh dari Al-Quran dan Sunnah.

  4. Salam Damai Sejahtera,
    Asssalamu ‘alaikum wa wa Rahmatullahi wa barakatuh,

    Persoalan dikotomi dan dilema antara “ideologi Pancasila” dengan “Syariat Islam” selama ini di Indonesia tampaknya harus lebih dicermati dengan mendalam, rasional dan jernih dari sentimen-sentimen politik praktis-pragmatis.

    Menurut saya, kedua pihak yang berseteru masihlah berdebat pada tataran wacana yang sangat banal (dangkal) dengan motif tersembunyi untuk melegalisasi ambisi politik praktis diri dan kelompoknya (sektarian) semata. Perdebatan semacam itu jelas kontrapoduktif dan mengancam kesatuan NKRI serta menghambat proses pendewasaan dan pembentukan National Character Buliding Bangsa Indonesia. Pada gilirannya kelemahan ideologis bangsa Indonesia ini sudah dan akan terus menghambat kemajuan dan kesejahteraan bangsa secara keseluruhan.

    Baik dari kalangan pendukung “Pancasila”, maupun pendukung “Syariat Islam” harus sama-sama duduk tenang, lalu intensif merenung, berfikir, introspeksi dan melakukan kajian dan penelitian yang mendalam terhadap jargonnya masing-masing. Pikirkan kembali masak-masak, apakah “Pancasila” (dalam tanda kutip) yang mereka perjuangkan adalah sudah benar-benar merupakan substansi inti hakiki-sejati Pancasila yang sebenarnya. Begitu juga kaum pendukung “syariat Islam” (dalam tanda kutip), sudah benar-benar memahami substansi inti-hakiki dari Syariat Islam tyang sebenarnya? Jangan jangan selama ini kita hanya memperdebatkan pepesan kosong dan memperebutkan kulit kosmetik yang keliahatannya berbeda lalu dipertentangkan, padahal substansi hakikinya, secara filosofis adalah berasal dari satu sumber Eksistensi Kebenaran dan ajaranYang Tunggal (Ketuhanan yang Maha Esa).

  5. duduk bareng sama PENGHIANAT BANGSA?
    yach ada yg mau jadi pahlawan ney…

    sejarah Indonesia itu selalu ada PENGHIANAT dan memecah belah.
    atau dg cara dijadikan Pemimpin tandingan oleh Belanda.

    sekarang, masih ada juga.

    chk…chk…chk…

    Indonesia qu…

    aq hanya bisa berdoa untuk Indonesia…

    HIDUPLAH INDONESIA RAYA…

  6. Asssalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa barakatuh, salam sejahtera. saya sebagai warga negara indonesia tetap mendukung pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. karena dari awal bangsa indonesia sudah beragam dari suku, bahasa, dan budaya. BINEKA TUNGGAL IKA = INDONESIA dan PANCASILA adalah harga mati. Syariat islam bukan jalan keluar yang benar melainkan dapat memecahkan persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa. Tidak ada mayoritas dan minoritas, semuanya sama tidak ada perbedaan. INDONESIA UNTUK SEMUA.

  7. Aku tidak setuju dengan pengkeramatan Pancasila. Justru disitulah kelemahannya selama ini, sehingga banyak yang antipati pada ideologi negara kita ini, meskipun tanpa alasan yang prinsipil. Pancasila harus dikembangkan menjadi sebuah ideologi yang sepenuhnya rasional.

    Kemajemukan adalah harga mati untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pilihan lain adalah masing-masing bikin negara alias Indonesia bubar dan mati selamanya.

    Munculnya perda syariat di sejumlah daerah adalah anomali dan tidak mengakar.Sebab entitas utama di negara ini adalah suku, bukan agama.

    Kalau sentimen kesukuan dibangkitkan lagi, artinya kebanggaan pada budaya lokal dihidupkan lagi, maka komposisi demografis dan geopolitik Indonesia akan berubah secara dramatis daripada yang ada sekarang. Ini yang tidak diperhitungkan oleh saudara-saudara kita yang masih ngotot mengubah pluralisme dan demokrasi yang merupakan pondasi negara ini dengan theokrasi.

    salam kenal

    Merdeka!
    RM
    http://ayomerdeka.wordpress.com/

  8. tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Allah SWT., menurut saya, Pancasila tidak diciptakan utk masyarakat Indonesia, melainkan tercipta dari masyarakat Indonesia itu sendiri..

  9. [...] post info Oleh evanenzaok Kategori: Artikel, PPKn dan Pelajaran Perda Syariat – Mengancam Integrasi Bangsa [...]

  10. Menurut pandangan saya :
    Pancasila adalah Ideologi yang menjunjng tinggi pluralitas dan demokrasi. yang saat ini diterapkan di Indonesia.
    Islam menurut saya juga sebuah ideologi yang bernapaskan agama yang didalamnya termuat atura-aturan dan kaidah-kaidah hukum islam sendiri.

    Nampaknya dalam agama-agama lain seperti Kristen, Hindu, Budha. Mereka hanya lebih banyak memfokuskan pada kegiatan keagamaan masing-masing, hidup dalam kesalehan.

    Semenjak Masa Reformasi Partai-partai banyak bermunculan untuk menyuarakan aspirasi mereka melalui lembaga Perwakilan Rakyat, partai-partai berasaskan kristen sudah ada seperti Partai Damai Sejahtera, Partai Khatolik dll.

    Jika partai-partai Islam bersatu untuk mendirikan negara treokrasi yang berasaskan Islam, maka kemungkinan besar akan terjadi protes dari partai-partai kristen, hindu, budha, mereka sulit menyuarakan aspirasinya jika negara sudah berlandaskan akidah ISLAM.

    Kemungkinan yang kedua adalah kesulitan dalam menegakkan hukum PIDANA karena ada unsur ketidakadilan dalam memutuskan perkara jika seseorang beragama lain.

    Ketakutan-ketakutan kepada Pemimpin-pemimpin yang berhaluan keras akan menekan kebebasan berpendapat bagi agama lain.

    menurut saya jika diterapkan negara theokrasi (Agama) rasanya kurang tepat saat ini, karena saat ini masih terjadi konflik-konflik antar agama, suku, dan budaya. Jika didirikan sebuah negara agama akan memberikan rasa kecemburuan yang tinggi pada agama yang lain.

    Di Indonesia sentimen-sentimen keagamaan, kesukuannya masih tinggi, jadi ideologi Pancasila adalah ideologi Pemersatu bangsa yang mencerminkan Ketuhanan, kemanusiaan, Demokrasi dan keadilan. Ini adalah hasil perjuangan para Pemimpin Bangsa untuk mempersatukan Indonesia.


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan sebuah tanggapan