Bedah Butir Pada Pancasila – Sila Pertama

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
    menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

 

Pemahaman dan Pelanggaran terhadap Pancasila saat ini

  • Artinya Ideologi Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. Tidak perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama. Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama.

  • Sesama umat beragama seharusnya kita saling tolong menolong. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama, berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat.

  • Hanya karena merasa berasal dari agama mayoritas tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung memaksakan aturan agama yang dianut atau standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas.

  • Hendaknya kita tidak menggunakan standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas bangsa Indonesia. Sesungguhnya tidak ada agama yang salah dan mengajarkan permusuhan.

  • Agama yang diakui di Indonesia ada 5, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.

  • Sebuah kesalahan fatal bila menjadikan salah satu agama sebagai standar tolak ukur benar salah dan moralitas bangsa. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar agama. kalaupun penggunaan dasar agama haruslah mengakomodir standar dari Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu bukan berdasarkan salah satu agama entah agama mayoritas ataupun minoritas.

Bila ada koreksi silahakan kirim komentar ataupun mengirim email (komentar pilihan)

 

& Komentar

  1. no comen BOS…….!

  2. mohon, ikut gabung diskusi , kasi komentar tentang pancasila, dari anda yang menguasainya.

    di

    ajangkita.com
    forum politik, tema, think smart to choose new sistem.

  3. artikel ini gak salah,semakin diuraikan semakin banyak yg bisa diungkap ttg Pancasila,aq rasa org2 sekarang udah gak mau lagi mengungkap sejarah secara murni,dipelajari betul2 sehingga dalam mengungkapkan pola pandang pada suatu apa sajalah entah itu ideologi,aliran dsb seolah2 ter-doktrinasi oleh satu/suatu sistem yg mungkin mmg sengaja utk membentuk dan mencuci otak2 murni bangsa Indonesia,…klo menurut ane Pancasila merupakan sari dari seluruh ajaran agama di Indonesia,dari sila 1 ampe 5 udah merupakan tatanan yg smart & jenius,utk semua broo yg beragama&beriman apakah itu Islam,Kristen,Khatolik,Hindu,Budha,Kepercayaan dsb…, mari kita buka lagi kitab suci & ajaran kita masing2 secara utuh & murni, nanti broo semua akan mnemukan inti ajaran agama yg termaktub dalam Pancasila sebagai dasar negara, keep smart & genious broo !

  4. Pak,

    Kalau boleh pengen tahu juga nih, sumber-sumber ajaran Pancasila itu bisa dibahas juga di sini ?

    Terima kasih

  5. thanks lot gw jd lebih paham ttg ideologi negara ini

  6. wah…tampaknya anda sangat mengagung-agungkan PANCASILA….
    hebat….
    yg saya mau tanyakan adalah tentang sila pertama yg berbunyi
    “KETUHANAN YANG MAHA ESA”
    itu kok penerapannya agak menyimpang ya (menurut saya lho…eheheheee…saya amatir masalah yg kaya ginian…makanya nanya….eheheheee…)
    kenapa menyimpang…??karena sebenarnya yg memiliki konsep “ketuhanan yg maha esa” itu kan cuma agama Islam, sedangkan agama yg lain itu kan sebenarnya konsep ketuhanannya tidak esa, contohnya kristen, konsep ketuhanannya kan trinitas…
    gimana tuh oom..??

    jawab di topik selanjutnya ya oom…
    ditunggu lho…
    eheheheee….

    -ragards…

  7. sebenarnya saya juga belum paham betul,he6. saya juga mau menanyakan apakah dalam setiap sila dalam pancasila memiliki kelemahan?
    kalo menurut saya sich soal ketuhanan yang maha esa(dalam butir2nya). berarti memaksakan kehendak orang lain untuk beragama padahal kan memilih atau tidak agama adalah hak yang paling asasi yang dimilki setiap individu.

    terima kasih jadi saya lebih tahu banyak.hehehehe… mohon bntuan dari semua soal masalah yg saya tanyakan.
    artikel ini menambah bagi saya. trima kasih….

  8. [...] Bedah Butir Pada Pancasila – Sila Pertama [...]

  9. mmm….Gimana pengamalan sila pertama ini dengan adanya diskriminasi yang sedang marak terjadi???

  10. aku sebenarnya pengin bangsa kita nggak jadi bangsa pendendam, okelah kalau orde baru ada sisi lemahnya. tapi kalau ada hal hal baik yang ada mbok ya trus ndak dipakai. contohnya P4 sebenarnya P4 khan baik untuk mempertahankan pancasila. kalaupun ada yang perlu diperbaiki okelah… tapi mestinya jangan dihapus. toh gantinya gak ada… oke men, use principe ” thinking before doing”…. setuju ?

  11. Kita harus bedakan antara atlet (sejago apapun di gelanggang olah raga) dan penonton yang kebanyakan “hanya” pandai berkomentar. Kita semua harus akui kemampuan David Becham dalam bidang sepak bola, namun lagi-lagi kalah jauh bila dibanding “si tukang becak” yang doyan nonton pertandingan sepak bola di rumah tetangganya. kalau dikasi waktu sehari penuh untuk memberi komentar hasil pertandingan, pasti belum juga cukup untuk mengeluarkan uneg-uneg si abang becak tadi. hasilnya dari 1000 komentarnya, 999 adalah berisi kritikan atau komentar yang sebenarnya menyalahkan tindakan si Becham di lapangan. Dari sini Si tukang becak memposisikan dirinya sebagai Tuhan sementara si murung Becham berada di dunia lain yang lebih pantas dicerca daripada dipuji atau dihargai. Kalau kita lihat lebih luas lagi pandangan kita, ternyata si Tukang Becak tidak sendiri, ternyata si Direktur Polan juga termasuk komentator yang tidak kalah dahsyatnya di banding dengan si tukang becak. Demikian pula si A maupun X. Namun kembali bila kita lihat dengan seksama apa yang menjadi sorotan dari komentar kebanyakan dari mereka adalah “HANYA BERSIFAT NYACAT ato MELIHAT SISI LEMAH BURUKNYA SAJA”, inipun tanpa berpikir bagaimana sebgaiknya tindakan yang dapat dilaksanakan bagi si korban kritik. Sehingga akan bersifat membangun. Di negara kita tercinta ini, komentator-komentator seperti tersebut di atas jumlahnya semakin hari semakin banyak dan bertumbuh terus.
    Dasar negara seperti pancasila tidak hanya ada di Indonesia. Dinegara-negara lain juga memiliki dasar negara yang serupa dengan Pancasila walaupun dengan nama yang berbeda. Sebagai negara Indonesia juga memerlukan penopang kelangsungan bernegara.
    Pancasila sendiri sampai dengan era reformasi menggejolak, tidak hanya sakti di dalam negeri tapi juga hingga Soviet dan Cina memandang perlu untuk mengajarkannya di bangku-bangku sekolah mereka dan dianggap pantas untuk ditauladani. Tapi apa nyana, di dalam negeri sendiri generasi penerus bangsa sekarang ini banyak yang kurang memperhatikan segi tanggung jawab dari kelakuan mereka yang tidak jauh berbeda dari komentator-komentator di atas.
    beres wiss…

  12. Agar bisa memberikan komentar yang proporsional, tolong jelaskan kepada saya apa makna Esa dalam sila tersebut. Thanks

  13. jujur atau tidak kita sadar bahwa Pancasila itu baik, kelima silanya terkait dan saling menguatkan, sebagai pribadi saya beranggapan bahwa Pancasila itu masih relevan meskipun dalam pelaksanaannya banyak pelanggaran, seandainya kita terapkan syari’at Islam (seperti opini yang banyak berkembang di masyarakat)_lalu terjadi pelanggaran lantas kita kan menyalahkan Islam?…jangan sampe de3h

  14. SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
    Oleh: H. Muhammad Said Kusuma*

    Sebagai Umat Islam dan mengaku hidup Ditanah Air Indonesia, maka sudah sewajibnya kita sebagai Rakyat yang mencintai Tanah dan Tumpah Darah Indonesia Ibu Pertiwi ini untuk mengetahui sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Sabang sampai Merauke. Sikap Nasionalis dan Darah Pejuang yang telah ditunjukkan oleh Para Pejuang bangsa ini haruslah kita jadikan suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari didalam mengisi kemerdekaan ini. Dan pertama sekali kita haruslah tahu sejarah perjuangan bangsa , khususnya dalam hal ini adalah “Sejarah Lahirnya Pancasila” dimana Pancasila yang kita jadikan pedoman hidup bangsa Indonesia ini telah semakin dilupakan dan ditinggalkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia khususnya para Pemimpin Bangsa.

    Dalam menyelusuri Sejarah Lahirnya Pancasila ini mungkin kita sudah sering membaca dari buku-buku sejarah tentang Lahirnya Pancasila ini. Tetapi dalam konteks sekarang ini mari kita lihat Sejarah Lahirnya Pancasila dari sisi “Sejarah Yang Hilang” (Misslink). Karena adanya kepentingan politik ataupun kepentingan segelintir penguasa atau segolongan orang, maka banyak Sejarah tentang Lahirnya Pancasila yang sengaja dihilangkan atau tidak dipublikasikan kepada rakyat Indonesia.

    SEJARAH YANG HILANG (MISSLINK)
    Apabila kita berbicara tentang Pancasila, maka kita tidak akan lepas dari perjuangan tokoh-tokoh yang berhubungan dengan Pancasila, yaitu Tokoh-tokoh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), seperti:

    Ir. Ahmad Soekarno
    Muhammad Hatta
    Sultan Syahrir
    Douwes Dekker
    Abdul Gani
    Muhammad Yamin
    Mochamad Toha

    Toloh-tokoh dari Sisi “Spiritual”, yaitu :
    Ir. Ahmad Soekarno
    Mama Amilin Abdul Jabbar
    Eyang Santri Kalammullah (Jati Kusuma)
    KH. Surya Poerwanegara
    Wali Cipta Gati Arjakusuma (Eyang Kencana Gading)
    Mualim Adang

    Perjalanan Sejarah Ir. Ahmad Soekarno dalam menentukan Pancasila sebagai Lambang Negara dan 17 Agustus 1945 sbg Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Perjalanan ini dimulai saat Anak Bung Karno yaitu Guntur Soekarno Putra berumur 10 Tahun (Di Gunung Guntur Garut). Terjadilah dialog antara Bung Karno dengan para Tokoh Spiritualnya itu. Setelah dialog itu lalu Bung Karno pergi ke Gunung Salak – BOGOR yaitu di Taman Sari di dekat sebuah Pohon Waru untuk berkhalwat, bermunajat kepada Allah SWT.

    Khalwat Hari I (Pertama) BUNG KARNO
    Dalam khalwat pada hari pertama itu, Bung Karno memohon bermunajat kepada Allah SWT; Apakah kiranya yang akan dipakai sebagai Lambang Negara Republik Indonesia ini? Pada hari itu tiba-tiba muncul se-ekor Burung Elang Bondol dan mendarat di Pohon Waru. Bung Karno berpikir, mungkinkah ini yang akan dijadikan Lambang Negara ? namun akhirnya Bung Karno meneruskan kembali khalwatnya memohon petunjuk dari Allah SWT.

    Khalwat Hari II (Kedua) BUNG KARNO
    Khalwat pada hari ke-Dua itu mendarat se-ekor Burung Elang Laut di pohon waru, yang besarnya melebihi Burung Elang Bondol. Saat Bung Karno melihat burung itu, ia berpikiran mungkinkah ini, tetapi Bung Karno akhirnya berpikiran mungkin bukan ini petunjuk dari Allah sebagai Lambang Indonesia sehingga Bung Karno akhirnya melanjutkan lagi khalwatnya.

    Khalwat Hari III (Ketiga) BUNG KARNO
    Pada khlawat hari yang ketiga itu tiba-tiba Bung Karno melihat dari atas udara turun se-ekor Burung Elang yang dari jauh kelihatan kecil lama kelamaan menjadi besar dan mendarat di Pohon Waru. Burung Elang itu mempunyai Bentangan Sayap 1,5 – 1,8 Meter yang berwarna Emas. Selanjutnya Burung Elang itu disebut juga Burung Rajawali yang merupakan Burung khas Indonesia khususnya Jawa Barat.

    Setelah melihat Burung Rajawali (Elang) yang sedemikian besar itu, lalu Bung Karno meminta Petunjuk kepada Allah SWT. Jika Burung Rajawali ini benar sebagai Lambang Negara Republik Indonesia, Bung Karno mohon diberikan petunjuk dan tandanya. Sehingga pada saat itu tiba-tiba Burung Rajawali itu Mengepakkan Sayapnya sebanyak 3 (tiga) kali sambil mengangguk dan lalu berdiri sambil menunjukkan Dadanya. Selanjutnya Bung Karno pada saat itu berkeyakinan bahwa Burung Rajawali itu sebagai Lambang Negara Republik Indonesia.

    Dialog Bung Karno tentang Lambang Negara

    Setelah kejadian itu lalu Bung Karno mengadakan Dialog dengan Para Tokoh Spritritual, antara lain:

    Mama Amilin Abdul Jabbar berpendapat ; Burung Elang atau Rajawali diganti namanya menjadi Burung Garuda.
    Eyang Santri Kalamullah berpendapat; Burung itu adalah Burung Garuda dengan Bahasa Alam utk Akhirat dan Agama
    Dari Dialog itu maka Bung Karno bersepakat bahwa Lambang Negara Republik Indonesia adalah Burung Garuda.

    Dialog Hari Penentuan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

    Pada masa itu Bung Karno mengusulkan tanggal 15 Agustus 1945 adalah sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. Tetapi Eyang Santri Kalamullah mengusulkan Hari Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agurtus 1945. Sehingga pada rapat tersebut akhirnya semua sepakat bahwa 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun makna dari pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah sebagai berikut :
    a. 17 ; berarti jumlah 17 Raka’at Shalat sehari semalam
    b. 8 ; berarti 8 Arah Penjuru Mata Angin
    c. 19 ; 19 huruf Hijaiyah BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    d. 45 ; berarti jika dijumlahkan menjadi angka 9 (sembilan) yang berarti Wali Songo yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Bumi Nusantara
    Dari hal ini saja mestinya kita harus Bangga bahwa sesungguhnya Negara yang kita cintai ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri atas KASIH dan SAYANG Allah SWT yang dilimpahkan untuk Bumi Nusantara ini.

    Lambang – Lambang PANCASILA dr SISI SPIRITUAL

    Mungkin sebagian besar rakyat Indonesia tidak mengetahui bahwa sesungguhnya lambang dalam Dada Burung Garuda atau yang kita kenal dengan PANCASILA itu didapatkan melalui rapat yang berisikan tokoh-tokoh spiritual. Dalam rapat itu maka diambil gambar-gambar yang akan menjadi simbol dari pada Bangsa Indonesia , yaitu :

    GAMBAR BINTANG (Cahaya atau Nur)
    Firman Allah SWT dalam Surat Al Ikhlas

    ARTINYA :
    Ayat 1 : Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa”.
    Ayat 2 : “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”.
    Ayat 3 : “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”.
    Ayat 4 : “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

    Gambar Bintang ini berarti menjelaskan tentang “KE – ESAAN ALLAH SWT”.

    GAMBAR RANTAI
    Sejarah Gambar Rantai ini diambil dari :
    Sejarah pejuangan Bangsa Indonesia yaitu : karena para Tawanan pada jaman Belanda dulu selalu diikat dengan rantai
    Karena Bung Karno menyukai Laut maka Gambar Rantai diambil dari Rantai Kapal Yang Kuat dan Kokoh
    Gambar Rantai bertujuan untuk mempersatukan semua komponen bangsa termasuk didalamnya yaitu orang-orang yang menderita
    Gambar Rantai merupakan simbol Persatuan yang merupakan simbol Kekuatan suatu bangsa.

    GAMBAR POHON BERINGIN
    Pada saat itu forum mengusulkan Pohon Kelapa dengan alasan bahwa Pohon Kelapa adalah pohon yang mana semua bagian-bagiannya sangat berguna. Sedangkan Bung Karno saat itu mengusulkan Pohon Beringin karena Sifat dari pada Pohon Beringin adalah Pohon yang Kokoh dan Kuat serta Pohon Beringin karena kerindangannya dapat menampung semua Makhluk ciptaan Allah ; Baik itu Bangsa Manusia (Orang Miskin, Orang Kaya, Koruptor, Penjilat, Orang Alim), Bangsa Burung maupun Bangsa Jin. Intinya adalah Tanah Air Indonesia ini memayungi semua ciptaan Allah. Dan akhirnya semuanyapun sepakat memakai Pohon Beringin.

    GAMBAR KEPALA BANTENG
    Gambar Kepala Banteng diambil dari Binatang yang ada di Ujung Kulon serta karena sifat Banteng Yang gagah Berani maka jika Bangsa Indonesia digangu, Tunas-tunas bangsalah yang akan membelanya dengan Gagah dan Berani.

    GAMBAR PADI KAPAS
    Gambar Padi dan Kapas adalah diambil daripada Filosofi
    Bangsa yaitu :Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentram Raharjo
    yang berarti Lambang Kemakmuran Seloruh Rakyat Indonesia. Tokoh-tokoh PPKI sepakai bahwa :
    Angka 17 adalah jumlah bulu pada Sayap
    Angka 8 adalah jumlah bulu pada Buntut
    Angka 45 adalah jumlah bulu pada Leher

    Hubungan Pancasila dengan Lambang “YSS”

    Gambar Bintang sama dengan lambang Nur pada “YSS”
    Gambar Rantai sama dengan Rantai pada “YSS”
    Gambar Pohon Beringin sama dengan lambang Mesjid pada “YSS” yang berarti Akhlak dan Moral Umat
    Gambar banteng sama dengan lambang Bulan Bintang pada “YSS”
    Gambar Padi Kapas sama dengan lambang Padi Kapas pada “YSS”
    Pancasila adalah Lambang untuk Dunia sedangkan Lambang “Yayasan SRI BIMA SEMAR JAYA PRAKOSA (YSS)” adalah Lambang untuk Akhirat

    Partai Yang Diharuskan di Indonesia
    Partai Amanat Indonesia lambangnya Bintang
    Partai Nasional Indonesia lambangnya Pohon Beringin
    Partai Persatuan Indonesia lambangnya Rantai
    Partai Demokrasi Indonesia lambangnya Kepala Banteng
    Partai Keadilan Indonesia lambangnya Padi dan Kapas
    KARENA SESUAI DENGAN JATI DIRI BANGSA

    Jika partai-partai ini dapat terwujud dan semua menjalankan sesuai dengan amanat yang telah diberikan oleh rakyat, maka Pancasila dapat mengalahkan semua faham-faham yang telah ada, yaitu: Faham Kolonialisme, Imperialisme, Feodalisme, Komunisme, Kapitailsme, Bourjuisme dan lain-lain

    JATI DIRI BANGSA
    Pancasila
    Sang Saka Merah Putih
    Lagu Kebangsaan Indonesia

    DITAMBAH DENGAN

    Dari masa kerajaan (Nusantara dan Perwalian) menjadi NKRI

    Faham-faham diatas akan berupaya memecah belah bangsa seperti; Program Otonomi Daerah jika tidak diawasi maka akan timbullah Raja-Raja Kecil yang menguatkan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dan jika kita sebagai Tunas-Tunas Bangsa yang merasa mempunyai Tanggung Jawab untuk menjaga keutuhan Bangsa ini tidak menjaga nilai-nilai luhur bangsa dari sekarang maka mungkin Bangsa yang kita cintai dan yang telah mengorbankan harta benda yang tidak sedikit akan terkoyak dan tercabik-cabik oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri atau golongannya saja.

    Wahai Para Pemuda Pewaris Bangsa, Marilah kita Bersatu Padu, Merapatkan Barisan agar Negara Yang kita Cintai ini yang telah kita dapatkan dari perjuangan Para Pahlawan Bangsa agar tetap utuh serta dapat mewujudkan apa-apa yang dicita-citakan Para Leluhur kita dahulu yaitu Kehidupan yang “Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Raharjo”.

    SEJARAH BURUNG RAJAWALI

    Ditinjau dari sejarah perjalanan bangsa, yaitu: zaman Kerajaan dipimpin oleh Raja & zaman Kewalian dipimpin oleh Para Wali. Sehingga jika kita gabungkan menjadi RajaWali dialah Bung Karno yang dalam sosok atau dirinya terdapat garis Raja dan garis Wali.

    KERAJAAN

    Dipimpin oleh Raja
    Wawasan Nusantara
    Penjajahan
    Pengusiran Penjajah, oleh :
    a. BKR
    b. TKR
    c. TRI
    d. TNI
    Berdirinya :
    Budi Utomo ; 20 May 1908
    Sumpah Pemuda ; 28 Oktober 1928
    Persiapan Kemerdekaan Indonesia oleh PPKI

    PERWALIAN

    Dipimpin oleh Wali
    Perkembangan Islam
    Dari Timur ke Barat
    Penyatuan Visi Agama
    Menolak Penjajahan
    Berdirinya :
    a. Muhammadiyah Tahun 1912
    b. Nahdlatul Ulama tahun 1926
    Dukungan Kemerdekaan

    Hasilnya adalah

    Kemerdekaan Republik Indonesia
    17 Agustus 1945
    Lambang Negara : Burung Garuda

    MAKNA “G A R U D A”

    Kata “GA” : Gagah Berani
    Kata “RU” : Rupa Nan Elok (Akhlak dan Moral yang Mulia)
    Kata “DA” : Datanglah Kemerdekaan

    TEMPAT – TEMPAT PETILASAN “BUNG KARNO”

    Taman Sari ; Gunung Salak
    Istana Bogor
    Istana Batu Tulis ; Bogor
    Ciburial ; Cibulan
    Batu Kenit ; Pelabuhan Ratu
    Delta Lima ; Pelabuhan Ratu
    Lido ; Hotel kamar 21
    Rengas Dengklok ; Kerawang
    Gunung Guntur
    Kampung Raden
    Muara Gembong (mendapatkan Merah Delima)
    Gunung Karang ; Banten
    Taman Anggrek ; Jakarta (dekat Hotel Orchid)

    PENDAMPING GHOIB “BUNG KARNO”

    Sri Baduga Maharaja Prabu Wisesa Siliwangi
    Hj. Siti Aisyah Roro Kidul
    Raden Mas Syahid Sunan Kali Jaga
    Eyang Rangga Gading

    *Penulis adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Sri Bima Semar Jaya Prakosa yang berkedudukan di Bogor.

    Alamat:
    Yayasan Sri Bima Semar Jaya Prakosa (YSS)
    Jl. Kp. Muara Tegal No.139 Rt.02/01
    Kel. Sindang Rasa Kec. Bogor Timur
    16143
    Tel.0251 – 244 984

    Nata Kenanga
    Sekretaris Jenderal

  15. Makasih deCh..q jadi tambah ngerti ttg PANCASILA..!!
    Palagi buat nambah tugas sekolah aku…!!

  16. CELOTEH MEMBAHANA DUNIA*
    oleh: Nata Kenanga

    Adiwarna membelah buana
    Takkan badai menerpa asa
    Ini masa untuk berjaya
    Bukan sekedar hasrat membara

    Bila masa sudah bicara
    Ingatlah janji nan tertera
    Adikuasa melepas cakra
    Jaya jayalah Indonesia

    Satu hasta masa terarah
    Rasa lelah tiada terasa
    Garuda melesat di jagat raya
    Terbang tinggi melayang di angkasa
    Sebagai pertanda pada dunia:

    Pancasila lingkari alam semesta
    Inilah Indonesia melihat dunia
    Gunakan tongkat penyangga sejarah
    Terhujam di bumi tiada goyah
    Takkan mundur barang selangkah
    Sekali Indonesia tetap Indonesia

    Banggalah diri wahai Pemuda!!!
    Indonesia Bangga Wibawa!!!

    *penghormatan kepada Indonesia yang telah bersedia menerima saya untuk lahir, makan, tidur, e’ek, hidup, sedih, ceria, haru dalam suatu kehidupan. Indonesia tumpah darah saya, puja puji Tuhan seru sekalian alam. Terlalu sakit hati saya jika bangsa ini dilecehkan.

    DIRGAHAYU NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA!!!

    Dibuat di Food Court Ekalokasari Plaza Bogor, 17 Agustus 2008, pukul 17:08 WIB

  17. oke !!! terima kasih atas Ilmunya, maka banggalan jadi bangsa indonesia, yang sangat agung dan lagi .. . hatur nuhun …………….sadayana !!!!

  18. Merdeka, Merdeka , merdeka

  19. mboh …. ra reti aku,kepanjangan kuwi…he2

  20. sekarang kita lihat kenyataan bahwa pancasila tidal lagi dipandang sebagai dasar negara tidak lagi dipandang sebagai ideologi bangsa, pancasila yang begitu sempurna kini menjadi serentetan kata-kata yang tak berarti dimata bangsa indonisia.

    pancasila yang harusnya menjadi tolak ukur segala tindakan, pancasila yang harusnya menjadi filter bangsa, kini terpuruk dalam liku-liku pemerintahan se tak gellem mikkere rakyat.

    dulu bendera kita tegak berkibar menatap bangsa yang penuh semangat dan moral, melambai lambai diterpa angin perjuangan, kini sang mirah putih lesu terpuruk dalam gelapnya hari-hari indonesia.
    matahari bersinar terhalang awan hitam yang menguap dari ubun-ubun orang-orang yang yang tidak bertanggung jawab.

  21. sebelumnya maap saya sendri orang yang mch belum mudeng masalah tentang landasan2 atau sumber hukum yang berlaku pada bangsa saya sendiri…
    ketika kuliah tepatnya kuliah kewarganegaraan saat itu dilaksanakan diskusi tentang pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum..
    dan dibahas juga mslah perda tentang pelegalan lokalisasi atau kasarnya pelacuran (maap) pada setiap daerah… nah disini timbul suatu pertanyaan tentang konsistensi pancasila sebagai sumber dari sumber hukum, seharusnya pada perda tersebut harus mengacu pada nilai nilai pancasila terutama sila pertama yaitu “keTuhanan yang maha esa” pertanyaanya… kalo negara kita adalah negara beragama kenapa peraturan itu ada? sdangkan agama mana pun pasti tidak akan pernah melegalkan yang nama pelacuran!! dimana yang namanya konsistensi pancasila terutama sila pertama yang pasti sangat mengagungkan tentang setiap peraturan pada setiap agama?
    dan dibahas pula tentang rancangan undang undang pornographi dan porno aksi…
    yang ditanyakan….. kenapa peraturan tersebut dibuat? sedang lokalisasi dilegalkan?
    kalo RUU itu disahkan berarti harus juga ada peraturan yang tidak melegalkan lokalisasi?

    sebelumnya mohon maap kalo ada kesalahan dalam setiap pertanyaan atau pun pernyataan mohon dengan sangat diperbaiki dan senantiasa dimaapkan!!!

  22. di sini kalian jangan hanya berkomentar jalankan saja praktekan saja……….! cukup, terima kasih.

  23. jdiy pncasila dalam era globalisasi tuw yg ky gmn donk????

  24. itu karena di indonesia, di sekolah2 sudah tidak seperti dulu. Murid, harus hafal pancasila… setiap upacara di ucapkan, di kelas harus hafal dan mengerti.

    NKRI harga mati, HIdup pancasila

  25. Aku mau tanya apakah ajaran-ajaran sesat yang timbul di indonesia merupakan salah satu penyimpangan sila pertama padahal kan ada juga kebebasan beragama di indonesia?


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar